Hidup Sehat

Depacco.com

Monday, April 23, 2012

Penyajian Data dengan Daftar Frekuensi

Data yang dimasukan atau disajikan dalam bentuk tabel disebut daftar frekuensi. Tabel frekuensi terbagi menjadi dua macam, yaitu: Daftar frekuensi data tunggal dan Daftar Distribusi Frekuensi.

Daftar frekuensi data tunggal
Data tunggal seringkali dinyatakan dalam bentuk daftar bilangan, namun adakalanya dinyatakan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi tunggal merupakan cara untuk menyusun data yang relatif sedikit. Perhatikan contoh data berikut.
4, 3, 6, 6, 6, 6 7, 9, 7, 3, 4, 8, 4, 5, 5, 8, 8, 5, 5, 3, 3, 6, 6,5 , 5, 5, 6, 6, 5, 6, 6, 6, 6, 6,, 7, 4, 4, 7, 7 ,5 , 7, 8, 8, 9


Pada daftar tersebut masing-masing baris pad kolom nilai terdiri dari satu nilai. Oleh karena itu daftar (tabel) diatas disebut daftar frekuensi data tunggal.

Daftar distribusi frekuensi data berkelompok
Tabel distribusi frekuensi bergolong biasa digunakan untuk menyusun data yang memiliki kuantitas yang besar dengan mengelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang.
Langkah-langkah untuk membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut.
a. Mengelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang.
b. Membuat turus (tally), untuk menentukan sebuah nilai termasuk ke dalam kelas yang mana.
c. Menghitung banyaknya turus pada setiap kelas, kemudian menuliskan banyaknya turus pada setiap kelas sebagai frekuensi data kelas tersebut. Tulis dalam kolom frekuensi.
d. Ketiga langkah di atas direpresentasikan pada tabel.
Contoh:
Perhatikan contoh data hasil nilai pengerjaan tugas Matematika dari 40 siswa kelas XI berikut ini.
66 75 74 72 79 78 75 75 79 71
75 76 74 73 71 72 74 74 71 70
74 77 73 73 70 74 72 72 80 70
73 67 72 72 75 74 74 68 69 80
Apabila data di atas dibuat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi tunggal, maka penyelesaiannya akan panjang sekali. Oleh karena itu dibuat tabel distribusi frekuensi bergolong dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Mengelompokkan ke dalam interval-interval kelas yang sama panjang, misalnya 65 – 67, 68 – 70, … , 80 – 82. Data 66 masuk dalam kelompok 65 – 67.
b. Membuat turus (tally), untuk menentukan sebuah nilai termasuk ke dalam kelas yang mana.
c. Menghitung banyaknya turus pada setiap kelas, kemudian menuliskan banyaknya turus pada setiap kelas sebagai frekuensi data kelas tersebut. Tulis dalam kolom frekuensi.
d. Ketiga langkah di atas direpresentasikan pada tabel berikut ini.

0 comments:

Post a Comment